Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

(Cerpen) I Love You but I'm Letting Go

Gambar
sumber: IMDb.com BUUUKKK!!! Aku tutup pintu kamarku begitu kencang. Mama dan Papa sedang dinas ke luar kota dan aku di rumah hanya bersama dengan Mbok Yum dan kesedihanku. Sudah kesekian kalinya aku mendapati pacarku, Mario, menghubungi wanita yang rata-rata ia kenal lewat media sosial. Awalnya, aku berpikir bahwa itu karena Mario adalah anak muda yang mungkin masih ingin banyak mengenal wanita.  Kejadian pertama aku maafkan, walaupun itu terjadi di hari pertama kita pacaran. Masa, baru pacaran sudah bertengkar? Akhirnya, ku biarkan saja masalah itu terlupakan. Toh dia juga waktu itu dia berkata bahwa itu karena dia memang banyak mendekati wanita tapi dia hanya memilih satu orang yang bisa dia seriusi dalam sebuah hubungan. Dan wanita tersebut adalah aku. Mendengar kata-kata terserbut, aku yang waktu itu masih baru berpacaran dengannya, sempat meleleh. Dia selalu tahu cara membuat aku tersenyum. Kuceritakan sedikit tentang Mario. Dia adalah lelaki yang aku kenal dari temanku, Sinta...

I Let You Go

Gambar
Pic: Personal Doc If ghosthing is the best for you to get away from me Then go for it. But, remember Never tell them that we are ever close That we are been as close as arteries Later, we'll be met in the situation Where you are grown up When you will understand that a feeling cannot be played with You, whose name is beautiful when called Will understand That we are actually just wasting time And going away with each other's ways I know, you never miss me Your love is not just for me Your attention is not just for me Your morning greetings are not just for my morning But, I know you actually have a very good heart, haven't you? But maturity has not shown yet But your desire that still wants to play around covers it Go, I am willing But, remember When we met in a situation Don't ever call my name again Never recognize me again I'm serious - from a heart hurt by your kind attitude.

Norwegian Wood, Tak Lekang oleh Waktu

Gambar
Cinta pertama itu emang nggak bisa dilupain, deh. Ini sama seperti yang dialami oleh Toru Watanabe. Ia merupakan seorang pria Jepang yang berusia 37 tahun yang terkenang dengan cinta pertamanya, Naoko, yang juga merupakan pacar mendiang sahabatnya, Kizuki ketika mendengar lagu Norwegian Wood milik The Beatles di pesawat yang ditumpanginya. Seketika pula ingatannya seperti terlempar ke masa-masa ia kuliah di Tokyo. Masa kuliahnya begitu penuh dengan kehidupan pergaulan bebas di Tokyo pada dua puluh tahun silam. Watanabe yang waktu itu berusia 18 tahun, berkuliah di salah satu universitas di Tokyo. Ia memilih tinggal di asrama dengan pemikiran bahwa dirinya akan meringankan biaya yang dikeluarkan oleh orang tuanya. Di asrama, dia bertemu dengan Nagasawa-san, salah satu penghuni asrama yang usianya lebih tua darinya.  Dengan Nagasawa-san, Watanabe mengenal kehidupan transisi remaja ke dewasa yang mengantarkan dirinya pada seks bebas. Nagasawa-san bercerita bahwa dirinya sudah meniduri...

Pacarku Anak Band

Gambar
sumber: hai.grid.id Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi. Sudah ketiga kalinya aku menghubungi ponsel Firman dan tidak aktif nomornya. Aku bingung, apakah aku harus menemuinya di studio rekamannya atau aku harus menunggu dengan sabar? Ah, tapi aku tidak bisa menunggu, ini hari anniversary kami. Aku harus pergi ke sana. Sudah tiga bulan terakhir ini Firman seperti orang asing bagiku. Firman pacarku. Sudah dua tahun kami resmi berpacaran. Hari ini adalah tepat dua tahun hubunganku dan dia berjalan. Firman itu anak band. Aku bertemu dengannya sebelum ia masuk studio rekaman. Ia dulu mengamen untuk menyalurkan bakat bermusiknya. Ia lahir dari keluarga berjiwa seni tinggi, tapi orang tuanya tidak terlalu menyukai dirinya yang ingin terjun di dunia musik. Mereka takut, Firman akan hidup susah seperti mereka sekarang. Firman yang begitu mencintai musik, akhirnya pergi dari rumah dan hidup di jalanan untuk mengejar mimpinya menjadi seorang musisi te...

Perempuan Pembenci Senja

Gambar
           Aku bosan melihat senja di mana-mana!  Kuberi tahu pada dirimu, ya. Aku adalah salah satu orang yang tidak menyukai senja. Disaat orang-orang menyukai kejinggaannya di setiap sore, aku malah enggan untuk melihat senja. Mataku suka sakit bila melihat warna yang begitu mencolok. Entah apa, sih yang membuat senja begitu dielu-elukan oleh banyak orang, khususnya pemburu foto langit dan beberapa orang yang mungkin ingin membuat indah tampilan feeds pada Instagramnya. Bagiku, senja tidaklah indah. Sebenarnya, dulu aku sangat menyukai senja hingga pada akhirnya aku membencinya. ***             “Bintang, kau akan pergi lagi?” tanya Rina, temanku.             “Ya, aku harus memburu senja. Ia begitulah indah untuk dilewatkan. Kau mau menemani, Rin?” jawabku dengan penuh semangat.           ...

Kau Hanya Lupa Bersyukur

Gambar
Kalian pernah merasa seperti orang yang tidak berguna di dunia ini? Atau kalian merasa dunia ini sungguhlah tidak adil? Kalau pernah, kita sama. Mungkin semua orang pernah merasakan hal seperti ini. Rasa seperti ingin segera lari dari semua masalah yang sedang dihadapi, semua hal yang sedang ditemui, dan semua hal yang membuat diri ini enggan mensyukuri. Sebuah hal yang membuat semua hal menjadi tidak mungkin. Kehilangan rasa bersyukur dalam diri.  Bersyukur itu bukan kegiatan yang mudah, tersenyum di antara masalah yang begitu melimpah memang susah. Kau harus berpura-pura bahagia padahal hatimu di dalam begitu terluka. Terluka oleh kenyataan yang begitu pahitnya. Saat seperti itu, yang kau bisa lakukan hanyalah berharap. Ya, kita harus berharap walaupun kehidupan begitu gelap.  Kau tidak memiliki teman untuk berbagi di kala sedih. Kau hanya tidak ingin orang di sekelilingmu mengasihani. Kau menutupi kurangmu dengan berpura-pura tersenyum agar semua orang di sekelilingmu tetap...

Aku Benci dan Ini yang Terakhir

Gambar
Aku benci, saat aku harus rindu sendiri. Benar-benar gila. Ku pikir tanpamu aku bisa melewati ini semua. Bisa memang tapi aku masih tertatih. Tertatih untuk kembali padamu atau harus menyusuri jalan sepi dengan seorang diri. Sebenarnya tidak sepi, aku saja yang selalu merasa itu seperti kota mati. Lalu, ku putuskan untuk tertatih kembali padamu. Berharap bisa mengulang dari awal, tetapi yang ku dapat hanyalah sebuah kisah yang semakin menyayat hatiku. Aku benci, saat aku menyadari bahwa kita bukan lagi sepasang insan yang saling mencari. Namun, kita adalah sebuah nada yang tidak pernah menemukan notnya. Bersuara namun tidak bermakna. Ah, mengapa ada pertemuan bila ada perpisahan?  Aku benci, saat aku masih sibuk mengawasi dirimu yang bahkan dirimu tak ingin lagi mengenal diriku. Aku bertanya pada diri sendiri, mengapa aku masih sibuk mencintai segala kehampaan? Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam otak ini dan apa yang membuat semua kenangan ini seperti berputar-putar saja di p...

Hujan Membuatku Ingat Dirimu

Gambar
sumber gambar: www.wanitamakassar.com "Hari ini di utara kota Jakarta, sedang mengalami hujan ringan. Diperkirakan hujan akan berhenti pada pagi hari." Berita terkini malam ini. Aku hanya menatap layar televisi dengan muka enggan. Bila hujan turun aku selalu ingat dirimu. Ya, dirimu. Dirimu yang waktu itu pernah berjanji ingin sehidup semati. Sekarang kurasa sudah mati, rasa di hatimu untukku. Tapi tak apa lah, aku suka mencintai ketidakmungkinan. Menurutku, ada sebuah tantangan bila kita mencintai ketidakmungkinan. Kita tetap berharap walau sebenarnya tak ada yang kita dapat. Aku gila, kan? Tapi sungguh berharap pada hal yang tidak pasti adalah sebuah candu bagiku. Kau bahkan waktu itu pernah menasihatiku agar aku tidak terlalu berharap. Ya, terima kasih soal nasihat tersebut. Namun, kurasa sepertinya nasihatmu tidaklah berguna. Saat aku tak berharap kau selalu di sisi, kau malah pergi. Saat aku tak minta dicintai kau malah memberiku cinta yang belum pernah aku miliki. Setel...

Terima Kasih, Masa Lalu!

Gambar
Kalau kau menyuruh diriku untuk melupakan masa lalu, jujur aku tidak akan pernah bisa. Menurutku, masa lalu itu bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dijadikan pelajaran. Masa lalu yang kelam bisa saja membuatmu lebih bersinar di masa depan. Kau bahkan tak akan mengetahui ini bila kau tidak mengalami sendiri. Kau harus mengalami masa lalu yang menyakiti hati agar kau bangkit menjadi seseorang yang sudah berbenah diri. Berdiri. Ya, aku memang harus berdiri walaupun itu sendiri. Toh, memang kita terlahir ke dunia ini sendiri? Orangtua adalah bonus bagi yang masih memiliki. Dan bila mati nanti kita juga sendiri. Siapa saja yang nanti peduli itu bagaimana kita pernah berbuat semasih hidup di dunia. Ah, sudahlah, aku masih takut membicarakan kematian. Kemudian, kebangkitan diri juga membuat aku menjadi mawas diri. Mawas diri dari hal yang sebenarnya datang dari kekhilafan diri sendiri. Jangan disalahkan, anggap itu sebuah pelajaran. Agar kau mengerti mana yang akan bertahan dan mana yang meni...

Bulan yang Aku Sebut Ini Namanya Maret

Gambar
Kulihat dirimu telah sibuk dengan sejuta mimpi yang hampir kau sirami dengan segala keinginanmu. Ya, aku rasa sepertinya dirimu sudah bukan prioritas dalam hidup yang mungkin sangat terbatas. Kau bukan lagi bagian dari segala benci dan iri yang pernah aku miliki. Kau bagaikan merpati yang sudah melepaskan diri untuk mencari jati diri. Harga mati untuk mencintai kurasa hanyalah sebuah kalimat satire untuk menunjukkan bahwa kau hanyalah penghalang untuk jalan di depan. Maret, kau dianggap akan menjadi sesuatu yang dapat mendewasakan sebagian orang yang berusaha bangkit atas hati yang penuh robekan karena kesalahan sendiri. Pada dirimu, banyak pengharapan bagi mereka yang merasa dua bulan sebelumnya hanyalah seonggok daging yang tidak memiliki tujuan hidup. Dirimu penuh pengharapan bagi orang-orang yang merindukan kasih sayang. Kasih sayang yang bahkan orang-orang di luaran sana tidak mengerti maknanya. Jangan dilanjutkan, itu hanya membuat sebuah rasa semakin terobek oleh sebuah khayal. ...