Postingan

Menampilkan postingan dengan label Surat

Pesan Terakhir Untukmu

Gambar
www.imdb.com Sore itu aku duduk termenung di teras belakang rumah. Memikirkan tentang hubungan kita yang berakhir dengan tidak semestinya. Aku yang jahat, aku pergi meninggalkanmu yang (katanya sedang sayang-sayangnya. Sudah semenjak peristiwa kita bertengkar dan tak saling sapa, kamu tidak pernah ada. Aku tahu, aku memang salah tapi aku mencoba mengakhiri sebelum terlalu dalam daripada akhirnya saling menyakiti. Kamu pun masih merasa aku wanita yang jahat dan tidak bertanggung jawab. Kau pikir, aku mau melakukan itu? Kau pikir, aku siap kehilanganmu waktu itu? Kalau kamu butuh jawaban afirmasi, aku katakan TIDAK. Aku coba untuk menerima tapi sampai detik ini, senyummu itu selalu terbayang di pikiranku dan kenangan kita selalu berputar di kepalaku. Ya, aku memang tidak pernah bisa lupa tentang sesuatu yang begitu berarti dalam hidupku. Lalu, kusibukkan diriku dengan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dulu aku selalu keluhkan padamu. Dulu, semuanya kuceritakan padamu. Dari mulai rekan...

Surat untuk Kakakku Nan Jauh di Sana

Gambar
Jakarta, 20 Juni 2030 Halo, kak. Apa kabar? Bagaimana kabar Kak Rani? Ku dengar ia sedang mendapatkan promosi. Bagaimana pula kabar ponakanku, Sinta, kudengar dia akan masuk SMP. Semoga kakak dan keluarga baik-baik saja, ya. Dengan datangnya surat ini, berarti kerinduan Ibu pada kakak sudah memuncak bahkan tidak bisa ditahan. Ibu merengek, kapan bisa Ibu lihat wajah kakak, Kak Rani, dan Sinta? Maklumlah Ibu sudah tua, jalannya saja sudah tidak segesit dulu. Namun, Ibu menyuruhku menghubungi kakak karena Ibu takut bila Ibu yang menghubungi, takut dikira mencampuri. Atas dasar pesan Ibu, aku pun menulis surat rindu ini. Ibu bercerita, kakak dulu salah satu anaknya yang paling ia banggakan. Ya, semua anaknya memang membanggakan, sih tapi kata Ibu, kakak-lah yang paling ia banggakan. Karena apa? Karena kakak satu-satunya anak lelaki di keluarga kita. Betapa Ibu bangga menceritakan kehebatan kakak pada semua tetangga kita saat kakak berhasil masuk perguruan tinggi negeri di kota sebelah. Te...

Surat Rindu Untuk Laki-laki yang Memiliki Kekuatan

Gambar
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hai, kamu. Apa kabar di sana? Baik-baik saja, bukan? Bersama surat ini aku ingin menyampaikan beberapa pesan yang tidak sempat kusampaikan. Selamat, kita telah seminggu berpisah. Memang bukan waktu yang lama, tapi aku pun sudah merasa kau tiada sejak sebulan yang lalu. Saat semuanya ku kira masih hangat. Pertemuan kita ini bukan kita yang mau, bukan? Perkenalan singkat ini juga bukan kita yang atur, bukan? Semesta sudah mengatur itu semua. Aku dengar kau sudah mudah melupakanku karena temanmu yang begitu mengerti dirimu. Di sini aku masih mencoba terjaga dari mimpiku yang menyadarkan bahwa kau bukan lagi milikku. Sungguh sulit rasanya melepas dirimu, yang pertama namun bukan yang terakhir untukku. Aku kira kita akan selamanya, namun kita ternyata hanya sebisanya. Maaf, waktu itu egoku terlalu besar untuk memilikimu. Sedangkan dirimu terlalu senang dengan duniamu. Salah aku menempatkan prioritas karena sepertinya aku pun tak pantas. Tak pantas ...